Belajar Indonesia

Resolusi


Pengertian Resolusi

re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal:

Bagaimana cara mewujudkan Resolusi tersebut ?

Tiap tahun baru kita selalu membuat resolusi untuk keinginan yang ingin diwujudkan,nah masalah nya adalah bagaimana cara agar tetap konsisten untuk mewujudakannya karena ternyata     lebih sulit untuk mempertahankan determinasi untuk mewujudkannya tiap bulan. Stephen covey menyarankan agar tetap konsisten memulai dari hal yang kecil dan sederhana yang akan         memberikan efek percaya diri untuk hal yang lebih besar.

My first advice is to start small. Choose something small you can start doing now that will help you achieve a bigger goal or resolution

Sebagai contoh bila resolusinya adalah menjadi lebih sehat dapat memulai dari meminum air putih secara rutin pada pagi hari. dan barlatih mengatur waktu pagi hari untuk berlatih rutin.

Filosofi utamanya adalah bagaimana kita dapat memenuhi janji-janji kecil terhadap diri kita yang akan memberi dampak kemampuan untuk menepati janji atau komitmen yang lebih besar lagi. Semakin kita dapat memenuhi janji kepada diri sendiri maka akan dapat memegang janji kepada orang lain.

The main thing is to make a promise to yourself and keep it. When you make a promise and keep it you will find yourself grow in self-assurance and confidence.

Ini dimulai dengan memenuhi janji yang kita buat untuk diri sendiri dan membuat kemenangan-kemenangan kecil ( private victory )

Resolusi Tahun 2015

Lose Weight
Positive thinking ? or Negative thinking ?

What is resolution?

                Jika tahun lalu saya selalu berpikir negative dan selalu berwaspada akan hal-hal apa yang akan terjadi apabila saya melakukan kesalahan, saya harap tahun ini tidak. Kemampuan dalam berpikir positif di tahun ini harus saya gunakan sebaik mungkin. Karena resolusi tahun kemarin saya lebih memfokuskan untuk berpikir lebih keras agar dapat mencapai hasil begitu sempurna pada nilai rapor saya, sementara itu kesehatan saya pun terabaikan. Hingga secara tidak langsung beban pikiran saya bertambah secara perlahan.

                Awal tahun ini saya begitu shock saat menimbang berat badan saya yang ternyata turun begitu drastis. Pada mulanya hanya orang terdekat saya yang mengkritik bahwa saya semakin kurus namun setelah saya melakukan penimbangan, pendapat mereka benar. Saya menengok lagi apa saja yang terjadi di tahun lalu hingga membuat saya seperti ini. Dan beberapa perkiraan itupun saya jadikan notes di tahun 2015 ini.

                Memang sebagian besar resolusi saya di tahun lalu mengalami goals, namun masih saja saya mendapat dampak buruk dari goalsnya resolusi itu. Hingga saat ini saya berpikir untuk menyeimbangkan beberapa dampak buruk yang akan terjadi jika saya melakukan beberapa resolusi yang tidak matang di tahun 2015 ini. Namun meskipun dengan resolusi yang harus matang, tapi tahun ini saya tidak ingin membebani fikiran saya. Karena masih banyak aktifitas lain yang akan mengurasa pemikiran saya jika saya tidak pandai dalam mengaturnya satu persatu.

Berangan-angan kecil akan apa yang harus saya lakukan di tahun ini dan memberi dampak positif. Memulainya dengan apapun yang bisa saya lakukan, yang saya miliki dan apapun yang ada. Melakukan beberapa perubahan hidup, beberapa jadwal yang harus diatur dengan baik. Karena tidak mungkin jika saya melakukan hal sama dengan tahun lalu namun saya mengharapkan perubahan besar dalam kehidupan saya.

                Di tahun ini saya memiliki target untuk meraih nilai rapor yang lebih baik tetapi berat badan saya naik lagi. Memulai hidup sehat dan mengatur jadwal agar bisa membagi waktu itu tidak mudah. Ditambah dengan beban tugas yang begitu banyak, apalagi saya hanya bisa mengejar nilai rapor yang lebih baik itu dalam jangka waktu dua bulan. Didalam otak saya sudah terfikir jelas kalau tahun ini saya tidak bisa istirahat dengan baik apalagi untuk menaikkan berat badan, ya itu merupakan pantangan yang sangat besar bagi saya sendiri.

                Optimis ! Sekarang ini kalimat itu bukan hanya untuk penyemangat bagi saya, harus ada tindakan yang mendasarinya  hingga saya berkeinginan keras untuk mewujudkan resolusi itu. Mula-mula yang akan saya lakukan adalah mengatur waktu. Setelah itu saya lebih memfokuskan untuk hal yang lebih penting saja, kegiatan yang membuang waktu dihindari sebaik mungkin. Lebih banyak istirahat, mengkonsumsi makanan sehat, dan tentunya mengatur waktu untuk mengerjakan tugas serta meminta doa restu kepada orang tua agar diberi kelancaran pada tahun ini. Semangat !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s